![]() |
| Dimana Hati Nurani Mu...!!! Bocah Yatim Curi 2 Ekor Ikan Karena Kelaparan, Di ikat di pohon!!! |
Ketika banyak pejabat yang berpesta pora dari hasil korupsi,
ada seorang bocah yatim yang kelaparan dan terpaksa mencuri dua ekor
ikan lele. Ia tepergok lantas diperlakukan tak manusiawi. Itulah yang terjadi pada bocah berinisial Ad.
Kisah tersebut terkuak setelah foto Ad yang tengah diikat di sebuah pohon viral di media-media sosial. Namun,
daerah lokasi peristiwa tersebut tak disebut secara detil oleh
warganet. Mereka hanya mengatakan bocah itu berada di wilayah pedalaman
Pulau Kalimantan.
Dalam foto yang viral sejak Selasa (6/6/2017) itu, tampak seorang bocah yang disebut berusia 10 tahun berkaus tim sepak bola terikat di sebuah pohon. Pada tulisan yang menjadi keterangan foto itu, disebutkan si
bocah adalah anak yatim. Ia kekinian hanya tinggal bersama sang bunda di
pedalaman Kalimantan.
Akun Instagram bernama @Faktagama—yang kali pertama menyebar
foto tersebut—mengutip pernyataan Ad bahwa dirinya terpaksa mencuri ikan
lele di kolam milik M Syarif. Sebabnya, sang ibu sakit keras dan tak bisa bekerja mencari
uang demi memenuhi kebutuhan mereka berdua. Sementara sang ayah sudah
meninggal sejak Ad berusia 2 tahun.
Ad yang kelaparan berinisiatif mencari cara agar dirinya dan
sang ibu bisa makan. Ia lantas mencuri dua ekor ikan lele di kolam
Syarif. Namun, aksi Ad ternyata tepergok Syarif. Pemilik kolam itu
sendiri mengakui selama ini kerapkali kehilangan ikan di kolamnya,
sehingga ia menuduh Ad lah si pencuri.
Tak ayal, Syarif memukuli dan mengikat Ad di sebatang pohon. Ia
mengklaim itu dilakukan agar Ad mendapat pelajaran sehingga tak lagi
mencuri ikan. Warganet yang menyebar foto tersebut menilai perlakuan si
pemilik kolam terhadap bocah yatim tersebut tak manusiawi. Pasalnya,
bocah tersebut mencuri karena kelaparan dan untuk memberi makan
ibundanya yang sakit.
Sumber Berita : SuaraDotCom

0 Response to "Dimana Hati Nurani Mu...!!! Bocah Yatim Curi 2 Ekor Ikan Karena Kelaparan, Di ikat di pohon!!!"
Post a Comment